Kontak Kami :


PIN BBM : D0ADB773
0853 1700 6007 (Telkomsel)
0856 0800 2007 (Indosat)
0812 8538 5007 (WA)
Email : kuch2hotahu@gmail.com

Bisnis Makanan Waralaba

Di jaman ini siapa yang tidak mengenal bisnis waralaba? Bisnis dengan konsep yang terdesentralisasi dan cenderung memiliki keunggulan - keunggulan yang tidak dimiliki oleh bisnis berkonsep mandiri ini telah menghantarkan banyak pengusaha sukses. Mulai dari pengusaha kelas atas dengan modal ratusan juta hingga miliaran, sampai pada pengusaha skala kecil menengah. Waralaba dengan modal kecil yang paling favorit yakni waralaba makanan ringan. Meskipun dengan modal kecil, namun omset dari usaha jenis ini tidak dapat dipandang remeh. Banyak yang telah membuktikan kesuksesan bisnis makanan waralaba dengan modal kecil. Salah satu diantaranya adalah Ibu Umi, wanita berusia 42 tahun ini telah lama berkecimpung dalam dunia bisnis waralaba. Bisnis Makanan Waralaba Yang Sukses Setelah bisnis suami bangkrut, perekonomian keluarga menjadi berantakan, banyak hutang disana sini hingga tidak dipercaya lagi oleh tetangga. Berawal dari sini Ibu Umi bertekad untuk menjalankan sebuah usaha, namun dengan modal yang terbatas tentu saja ia harus tepat dalam mengalokasikan modal yang ada terhadap pilihan bisnis yang tepat. Pilihan Ibu Umi jatuh pada sebuah bisnis makanan waralaba yang tepatnya adalah makanan ringan atau camilan dengan menu andalan tahu pedas. “Kala itu waralaba kuchkuch hotahu ini memang belum banyak beredar. Di kota saya saja, ini baru saya yang pertama. Karena merupakan produk baru dan rasanya sangat lezat, maka banyak masyarakat sekitar yang menyukainya”, ungkap Ibu dua anak ini. Pemandangan yang selalu nampak di halaman rumahnya adalah orang- orang yang berbaris untuk antri membeli camilan tahu pedas ini. Hasil penjualan yang sangat tinggi memberikan keuntungan besar. Kini ia tidak perlu lagi berhutang untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari. “Kalau saya dulu selalu minta bantuan sama tetangga sekitar, alhamdulillah sekarang sudah bisa membantu meskipun masih dalam kemampuan yang terbatas. Setelah launching outlet kedua kami dua bulan lalu, kini saya dan suami berencana untuk membeli waralaba lagi untuk ditempatkan di luar kota. Kebetulan ada saudara yang siap membantu mengelolanya”, tutup Ibu Umi.