Kontak Kami :


PIN BBM : D0ADB773
0853 1700 6007 (Telkomsel)
0856 0800 2007 (Indosat)
0812 8538 5007 (WA)
Email : kuch2hotahu@gmail.com

Bingung Antara Modal Sendiri atau dengan Sistem Franchise ???

Bisnis cemilan memang diakuin untuk para pebisnis sebagai bisnis yang masih terhits di 2016 ini. Masing-masing para pebisnis membuktikan keahlian masing-masing didalam membuat suatu produk unggulan. Untuk kalian yang ingin mencoba berbisnis, selain modal, apa sih yang kalian butuhkan sebelum memulai usaha ?? iya bener,, yang harus kalian lakukan adalah mencari supplier. Tapi jika kalian gak mau di ribetkan dnegan mencari supplier, masih ada pilihan lain yaitu dengan mengambil sistem franchise. Jadi kalian gak usah repot lagi untuk mencari supplier, kalian juga gak perlu menyediakan alat dan bahan pelengkap lainnya. Semua sudah disediakan oleh pihak penyedia layanan franchise mulai dari alat serta bahan pelengkap. Seperti halnya dengan waralaba Kuch2hotahu . Waralaba yang berbahan daasar tahu ini merupakan salah satu contoh Franchise yang bisa kalian coba . Selain menyediakan persediaan alat dan bahan pelengkap, Waralaba kuch2hotahu ini juga akan membantu mempromosikan waralaba kalian. Gak hanya itu aja kok , syarat-syarat yang diberlakukan di waralaba Kuch2hotahu sangat memberikan keuntungan bagi Kalian calon mitra. Untuk lebih jelsnya kalian bisa hubungi kantor kami disini. Dan Sekarang ,Tunggu apalagi ?? Jarang-jarang kan pihak waralaba memeperdulikan masa depan mitranya. Baca juga artikel lain : Peluang Usaha Tahu Hot Kuch2hotahu,

Tags : , , , , , ,


Peluang Usaha Tahu Hot Kuch2hotahu

Menyantap cemilan sambil bersantai tentu menjadi salah satu hal yang paling mengasyikkan. Dengan bersantai, kita bisa melepas lelah dan penat setelah melakukan berbagai aktivitas harian. Tak heran bila hal ini membuat banyak pihak kreatif berusaha menghadirkan beragam cemilan dengan harga terjangkau dan citarasa yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. Salah satu tren cemilan khas Indonesia yang pasti kita kenal adalah dengan citarasa sangat pedas. Bila keripik bercitarasa pedas biasanya terbuat dari singkong, namun ada 1 cemilan yang mengusung bahan baku berbeda. Cemilan pedas khas Indonesia yang tengah menjadi tren tersebut adalah Kuch2hotahu. Mengapa Harus Tahu? Tahu adalah salah satu bahan lokal yang mudah diperoleh, bergizi dan selalu tersedia sepanjang tahun. Jika produk-produk cemilan bercita rasa pedas lainnya mengandalkan singkong sebagai bahan baku, maka Kuch2hotahu ingin menciptakan cemilan yang cita rasanya berbeda dan lebih spesial. Untuk pilihan tingkat pedas, Kuch2hotahu menyiapkan beberapa varian bumbu yang dijamin super hot diantaranya sambel dewa, extra hot, dll. Perkembangan Kuch2hotahu sendiri dengan tagline “ Tahu Berapi “, Kuch2hotahu berhasil menjadi slah satu cemilan bercita rasa pedas yang merajai kuliner di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan omset penjualan dari kuch2hotahu yang bisa kita liat disini. Kuch2hotahu juga telah membuka kemitraan untuk kalian yang berminat untuk berbisnis dengan kami. Dengan cara mengisi form secara online atau bisa menghubungi kemitraan kami disini Kesuksesan yang mampu diraih kuch2hotahu menunjukkan bahwa sukses tak harus dimulai dari sesuatu yang mahal atau besar. Perlu ketekunan, inovasi dan semangat untuk merintis sesuatu yang kecil menjadi hal yang jauh lebih besar dan lebih berpengaruh bagi orang banyak.

Tags : , , , , ,


Kuch2Hotahu ~ Peluang Usaha Makanan Ringan Modal Kecil

Kebanyakan orang Indonesia pasti suka makan tahu goreng, apalagi tahunya disajikan hangat-hangat… nyesss pasti rasanya mantap. Nah, selain rasanya yang pedas dan mantap peluang bisnis usaha makananan ringan tahu Kuch2Hotahu isi pedas ini ternyata sangat potensial lho. Setidaknya inilah yang saya lihat dari usaha Tahu ini, peluang usahanya masih terbuka lebar dan sangat potensial. Salah satu usaha gorengan tahu pedas yang sangat menarik perhatian saya adalah Kuch2HotaHu. Kenapa saya katakan menarik? Sebenarnya bahan dasar dari Kuch2Hotahu ini sama saja dengan tahu lainnya, yaitu tahu. Yang membuatnya unik adalah varian rasanya yang bisa membuat Anda mengeluarkan air mata… rasanya pedas tapi uenak! Ini sih namanya menangis keenakan hehehe Bukan hanya pelanggan saja yang dipuaskan dengan Kuch2HotaHu, para mitra juga dipuaskan dengan hasil keuntungan yang besar. Gak percaya ?? Nih diantaranya testimoni para mitra . 1. Bpk. Burham (Owner Koperasi Muria) Berawal dari si kecil yang selalu minta dibelikan kuch2hotahu akhirnya kita beli franchisenya. Tidak disangka ternyata 1 gerobak tahu goreng laba bersihnya perbulan bisa melebihi gaji PNS padahal yang punya hanya kontrol 3 hari sekali. Alhhamdulillah... 2.Rochim (Mitra Kuch2hotahu) Terima kasih saya kepada Allah SWT & juga kepada sahabat saya yang telah mendukung saya dengan meminjamkan modal kepada saya. Karena 9 bulan yang lalu saya tidak punya pekerjaan. Saya mencoba beberapa usaha tapi belum ada hasil. Alhamdulillah berkat kerjasama menjadi mitra Kuch2hotahu, kehidupan saya sudah bertambah, saya bisa membayar hutang2 saya dan sekarang outlet saya menjadi 5 unit. Dan dari usaha Kuch2hotahu ini saya juga bisa beli 3 unit sepeda motor dan 1 unit mobil. Okey.... Terima kasih kepada semua management Kuch2hotahu... Biaya Kemitraan Kuch2HoTahu. Sama halnya seperti usaha waralaba yang lain, agar bisa bergabung dan menjalankan bisnis kuch2HoTahu, calon mitra harus siap mengeluarkan modal awal. Selain itu, calon mitra juga harus memiliki jiwa wirausaha, mempunyai lokasi usaha yang cukup strategis , menyiapkan tenaga kerja yang dapat diandalkan dan yang terpenting adalah harus memiliki semangat yang kuat dan pantang menyerah. Nilai investasi yang harus dikeluarkan oleh calon mitra adalah sebesar 8.500.000, dengan modal ini anda sudah langsung bisa berjualan karena sudah mendapatkan fasilitas lengkap. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di artikel sebelumnya Kemitraan. Jika ada pertanyaan Apa sih usaha yang paling Recomendate di Indonesia ? Jelas jawabannya Kuch2Hotahu. Kenapa ?? Dari bahannya mudah didapat, cara masak mudah, selaras dengan lidah Indonesia, investasi awal juga terjangkau. Nunggu apalagi ??? Jika ada investasi yang terjangkau dan selaras dengan lidah Indonesia, kenapa harus bingung berinvestasi ??? Semoga Bermanfaat

Tags : , , , , , , , ,


Kuch2hotahu Manfaatkan Kekuatan Teknologi Informasi

Kuch2hotahu

Manfaatkan Kekuatan Teknologi Informasi

Baru dua tahun berdiri gerai kuch2hotahu sudah 400 gerai dan menjadi market leader di kategori bisnisnya. Apa rahasianya?

 

waralaba tahu kuch2hotahu

Sejak didirikan di penghujung tahun 2011, outlet Kuh2HoTahu terus tumbuh bak cendauan di musim hujan. Bermula dari tiga outlet di kudus dan satu outlet di Jepara dan Jogja kini telah mencapai 400 outlet yang tersebagai di berbagai kota besar di Indonesia.

Dan menjadi market leader di beberapa wilayah seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kudus, Jepara, Pati dan Demak.

Kuch2hotahu melalui kreatifitas sang pemilik, dikembangkan dengan memanfaatkan kekuatan teknologi informasi (TI) hingga menjadi sangat popular di dunia maya.

Setidaknya ada tiga instrument yang digunakan Iltidas facebook, twitter dan search Engine Optimization(SEO). Dengan SEO para pencari bisnis per-tahu-an akan dengan mudah menemukan kuch2hotahu di rangking pertama saat googling.

Maka tak heran momentum perkembangan bisnis kuch2hotahu di mulai dari daerah luar jawa nun jauh disana. Samarinda dan Balikpapan menjadi mitra master pertama yang eksis dibelantika bisnis per-tahu-an Indonesia.

Kemudian menyusul daerah lainnya seperti Aceh, Sorong, Makassar, Manado, Pangkep, Medan, Lahat, Pekanbaru, Bengkulu, hingga Palangkaraya.

Factor lain yang menjadikan Kuch2HoTahu dinobatkan sebagai Fastest Growing Franchise & Franchise Market Leader 2012 yaitu, kekuatan produk dengan varian rasa yang unik dan nikmat yang diminati mayoritas masyarakat.

Menurut Iltidas, Owner Kuch2HoTahu, Tim R & D Kuch2HoTahu terus mengembangkan ragam varian rasa dimulai dari tujuh varian rasa hingga kini 20 varian dan 30 stock masih menunggu rilis.

“Hal itu tidak luput dari beragam usulan yang masuk melalui facebook dan twitter dari konsumen Kuch2HoTahu,” terang Iltidas,

Factor berikutnya, lanjut Iltidas, soal nama Kuch2HoTahu yang unik sehingga memberikan sensasi penasaran bagi para konsumen dan mitra. Maka jangan heran bila baru mendengar namanya saja ada mitra yang bergabung menjadi mitra.

“Ada satu mitra yang ditawari orang tuanya untuk berbisnis selalu menolak, namun begitu dia mendengar nama Kuch2HoTahu ia langsung tertarik bergabung dan kini telah memiliki tujuh outlet,” kisah Iltidas menunjukkan keunikan brand-nya.

Inovasi

Tak kehabisan ide, selain menggunakan jejaring social di dunia maya. Iltidas baru-baru ini tengah merancang satu game berbasis android dan program aplikasi pencarian untuk memudahkan bagi konsumen dan mitra menemukan outlet Kuch2HoTahu yang terbesar diberbagai wilayah di Indonesia.

“Masih dengan memanfaatkan kekuatan TI, sebagai upaya branding kami menciptakan satu game dari icon kami, Kapten kuch, yang bisa didapat secara gratis di internet. Dan kami juga tengah mengembangkan satu aplikasi peta yang belum kami kasih nama, untuk memudahkan konsumen mencari outlet kami, itu semua terinsipirasi dari konsumen loyal kami,” terang Idas.

Kuch2HoTahu ditawarkan dengan nilai investasi Rp 8.5 juta untuk wilayah Jawa, dan luar Jawa dibandrol dengan Rp 9.5 juta. Sementara master mitra Rp 75 juta untuk Jawa dan Luar Jawa Rp 85 juta.

Omset rata-rata bergantung pada lokasi. Untuk omset tertinggi bisa mencapai Rp 2 juta perhari dan pada akhir pekab Rp 4 juta, sangat bergantung pada lokasi, lokasi dan lokasi.

Sumber dari Majalah Franchise April 2013

Tags : , , , , ,


Franchise & Kriteria Memilih Franchise

Franchise & Kriteria Memilih Franchise

 

lokasi Universitas Muhammadyah Sumatera Utara (UMSU)Selama terjun kedalam bidang pendidikan anak yang sekaligus merupakan bisnis franchise selama hampir 20 tahun ini, saya melihat bisnis franchise juga memiliki tantangan psikologis baik franchisor maupun calon terwaralaba atau fanchisee. Pasalnya sudah menjadi wacana umum, hampir semua orang membeli franchise dengan motivasi meraih keuntungan yang jelas dengan jaminan reputasi sebuah merek bisnis dan kalau bisa, sekaligus menggali passionate terdalam dalam diri mereka. Kecenderungan yang sempat saya tangkap dalam pengamatan saya ketika pertama kali memberi waralaba ada franchisor yang mengiming-imingi keuntungan yang besar bagi para franchisee. Alhasil, secara psikologis, franchise sudah merasa aman berinvestasi di bisnis waralaba dan hal ini merupakan pola pikir yang keliru dalam menggeluti bisnis franchise.

Anggapan klasik yang mengatakan bahwa tingkat keberhasilan usaha waralaba mencapai 95% sebenarnya sudah tidak relevan lagi. Informasi mutakhir mengungkapkan, 95% bisnis waralaba atau franchise yang berganti pemilik berkali-kali, dan seandainya pemilik sebelumnya merugi atau bangkrut sekalipun kegagalanya tidak terekam. Sebuah penelitian dilakukan Arthur Andersen dan dipublikasikan pada tahun 1993, hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat keberhasilan usaha franchise di tahun pertama hanya mencapai angka 76,5%. Association’s forum on franchising menyebutkan sekitar sepertiga dari usaha waralaba memang berhasil dengan baik, namun sepertiga lainnya mengalami masalah serius dalam hal keuangan alias tidak berhasil dan sepertiga lainnya beroperasi dengan kinerja pas-pasan, ini berarti tingkat keberhasilannya hanya mencapai 67%.

Meskipun demikian, usaha waralaba masih tetap menjanjikan. Berapapun angka tingkat keberhasilan dalam suatu penelitian terhadap usaha waralaba. Tapi sesungguhnya angka itu merupakan angka rata-rata. Jadi, mungkin saja ada usaha waralaba yang tingkat keberhasilannya mencapai lebih dari 95% dan juga ini berarti ada juga yang tingkat keberhasilannya kurang dari 50%. Dari fakta di atas bisa di petik kesimpulan, untuk lebih hati-hati bagi investor yang ingin membeli bisnis waralaba. Begitu pula bagi franchisor yang ingin memperluas jaringan waralabanya.  

Jika dirinci factor yang membuat keberhasilan usaha waralaba bisa sangat banyak sekali. Misalnya, dari segi model bisnis pihak pewaralaba, FT Consulting Singapura menetapkan empat kriteria yang membuat bisnis waralaba bisa berhasil. Pertama, repicable atau dapat dipublikasikan dengan baik, bergantung pada system, bukan pada ketrampilan individual.

Kedua, controllable, yaitu kualitasnya dapat dikendalikan atau dijaga. Ketiga, sustainable atau mampu bertahan ditengah perubahan atau perkembangan persaingan di lapangan. Bukan suatu tren sesaat. Keempat, marketable atau produknya dapat dipasarkan alias ada sejumlah pelanggan potensial, serta memiliki merek yang kuat. Kelima, profitable, yang berarti memiliki tingkat keuntungan yang dapat dibagi kepada pihak-pihak yang terlibat, yaitu franchisor dan franchisee.

Jangan sampai yang menikmati profit hanya franchisor, atau hanya franchisee-nya saja. Keberhasilan juga, sangat bergantung kepada organisasi franchisor. Di sini dibutuhkan tim manajemen yang kompeten, system yang professional,infrastruktur yang dapat diandalkan, serta paradigma yang benar tentang franchise.

Selanjutnya, yang harus diperhatikan franchisor agar usahanya diterima oleh investor (franchise) adalah, bagi investor sebetulnya harus layak dari kacamata investasi. Artinya memiliki peluang memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan ditaruh di deposito, karena produk investasi ini tidak ada resikonya. Atau untuk yang sama-sama beresiko, minimal tingkat pengambilan modalnya harus setara dengan rata-rata tingkat pengembalian reksadana misalnya.

Di franchise, keberhasilan juga sangat ditentukan oleh dukungan franchisor dalam pengelolaan merek (brand management). Hal ini terkait erat dengan kegiatan public relations dan advertising untuk mendukung upaya pemasaran produknya. Bukan sekedar kegiatan periklanan dn public relations untuk memasarkan waralabanya atau menjaring franchise semata.

Tapi yang harus selalu diingat, namanya franchise tidak menjamin kesuksesan. Franchise ada juga yang gagal. 50% kegagalan suatu bisnis waralaba dikarenakan factor perawalabanya, 25% lainnya karena factor pasar dan kompetisi, dan 25% lagi karena factor terwaralaba.

Contoh factor kegagalan dari pewaralaba misalnya, pewaralaba over promise dan under deliver. Artinya menjanjikan hal yang muluk-muluk tapi dalam prakteknya dukungannya amat kurang. Contoh lainnya adalah kurang menyeleksi kandidat terwaralabanya, tidak kompeten dalam melakukan survey lokasi, kurang focus pada bisnis yang diwaralabakan alias punya banyak bisnis lain, kurang terbuka terhadap gagasan atau ide-ide dari terwaralaba, tidak melakukan perbaikan dan inovasi, srategi pemasarannya lemah, dan pertumbuhan yang terlalu cepat yang melampaui kemampuan pewaralaba dalam menjaga standar kualitasnya.

Kemudian factor kegagalan dari pasar dan kompetisi misalnya, makin banyak pemain sehingga kue yang jumlahnya tetap sama diperebutkan oleh makin banyak pihak, perubahan tren, menurunnya daya beli masyarakat, naiknya harga bahan baku yang diikuti dengan sulitnya mendongkrak harga jual sehingga margin keuntungan makin tipis, dan sebagainya.

Selanjutnya factor kegagalan dari terwaralaba misalnya sulit untuk tunduk pada system yang sudah dibuat oleh waralaba, superkreatif alias terlalu banyak ide, tidak bisa mengelola pegawai dan menjaga kualitas layanan sesuai standar yang ditetapkan perawalaba.

Menyeleksi Calon Franchisee Kriteria apa yang digunakan franchisor untuk menyeleksi franchise ?

Kriteria apa yang digunakan oleh franchisor untuk menyeleksi franchisee secara timbal balik bisa digunakan oleh franchisee untuk menilai siapa sebenarnya franchisor tersebut. Ada franchisor yang mensyaratkan adanya persamaan visi dan misi antara kedua belah pihak. Meski kelihatan sepele dan abstrak namun persoalan ini tidak bisa disepelekan. Sudah banyak bukti tentang franchise yang kandas ditengah jalan dan berantakan

“Komitmen benar-benar menjadi prioritas pertama bagi franchisor dalam memilih franchise. Diluar itu, calon investor juga harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengelola bisnis yang akan digelutinya.”

gara-gara perbedaan visi dan misi antara franchisor dan frinchisee padahal secara bisnis usaha tersebut sangatlah prospektif. Yang perlu diwaspadai lagi adalah franchisor yang tidak memilki kriteria terhadap calon franchisee. Biasanya tipe franchisor ini hanya menghendaki franchise fee dari franchiseenya.

Jika anda telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada franchisor dan memberikan penilaian yang tepat atas jawaban-jawaban dari franchisor maka besar kemungkinan Anda bisa mendapatkan franchise yang terbaik menurut Anda dan sekaligus terhindar dari “jebakan-jebakan” yang dipasang oleh franchisor yang tidak bertanggung jawab.

Untuk mendapatkan franchisee yang berkualitas dalam menjalin hubungan kerja sama waralaba dalam jangka panjang, sudah menjadi keharusan bagi Anda selaku franchisor untuk menerapkan seleksi yang ketat terhadap para calon franchise Anda. Ada beberapa hal pokok yang sebaiknya Anda perhatikan dalam menyeleksi franchisee Anda yaitu:

1.      Integritas calon franchise

2.      Komitmen dan konsistensi yang sama dari calon franchise

3.      Track record usaha calon franchise

4.      Visi dan misi yang sama dari calon franchise

5.      Rencana bisnis calon franchise yang mencakuap antara lain:

a.       Kemampuan financial calon franchisee

b.      Lokasi yang ditawarkan oleh calon franchisee.

 

 Tahap-tahap umum yang biasanya dilakukan oleh para franchisor dalam menyeleksi para calon franchisee adalah:

1.      Pengajuan permohonan untuk menjadi franchisee

2.      Pemenuhan syarat-syarat yang diajukan oleh franchisor

3.      Seleksi persyaratan awal

4.      Interview/tatap muka dengan franchisor

5.      Penandatanganan perjanjian waralaba

6.      Orentasi dan Pelatihan

Dalam usaha franchise kami, Tumble Tots dan Leaps and Bounds Indonesia, intregitas dan komitmen karyawan, komitmen franchisee juga menjadi prioritas utama, Untuk mengetahui kekuatan komitmen mereka, dilakukan due diligent saat menyeleksi calon franchisee. Bila ingin menjadi franchisee kami calon franchise harus bisa menyediakan tempat berupa ruko atau rumah di sebuah lokasi yang strategis dan mempunyai lahan parkir yang bisa menampung sekitar 10 mobil. Rata-rata di daerah perumahan mudah dijangkau oleh para orang tua.

Tempat yang disediakan para calon franchisee pun harus melalui studi kelayakan dari pihak kami. Minimal, lokasi dan luas tokonya harus sesuai dengan jenis pendidikan yang ingin dijalankan. Saat ini, di tiap cabang kami rata-rata mempunyai anggota sekitar 200-500 murid. Untuk itu, luas ruko yang cocok agar bisa membuka satu sekolah Tumble Tots atau Leaps and Bounds kira-kira 2 bangunan ruko.

Komitmen benar-benar menjadi prioritas pertama bagi lembaga pendidikan kami dalam memilih franchise. Di luar itu, calon investor juga harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengelola bisnis. Di Tumble Tots dan Leaps and Bound, franchise sekaligus bertindak sebagai Direktur Pengelola.

Oleh karena itu Frachisor sangatlah penting untuk mengenal lebih jauh calon Frinchisee-nya. Jadi, selain harus mengisi formulir aplikasi, calon franchisee juga diwawancarai secara khusus. Kami akan menanyakan banyak hal, terutama tentang alasan mereka mengambil waralaba atau belum dan jenis usaha apa yang selama ini dijalankan.

Terkadang, kendati sudah menjalankan proses seleksi lumayan ketat, dalam perjalanannya terkadang kami masih menemukan franchisee yang nakal. Mereka mengaku kesulitan membayar fee royalty, sehingga pembayaran jadi tidak tepat waktu. Saat menemukan masalah seperti ini, kami akan mencoba mengkomunikasikannya dengan mengajak bicara baik-baik tidak dengan secara seperti waralaba yang lain yang terkadang langsung cut loss jika telat dibayar, kami mencoba mencari tahu ke mereka dulu, apa yang menyebabkan mereka terlambat membayar dan apa kendalanya. Biasanya, kami memberi waktu tiga bulan untuk menyelesaikannya sambil mencari jalan keluar terbaik dalam menaikkan jumlah atau omset cabang tersebut.

Karena itu, untuk mengurangi terjadinya masalah tersebut di kemudian hari, seharusnya para Franchisor dapat memberi berbagai bimbingan ke para Frinchisee-nya. Dalam berpromosi, misalnya, pihak franchisee dapat bertukar pikiran dengan Frinchisor.

Mungkin dibandingkan waralaba lain, kami termasuk yang kurang agresif. Sejak system ini diterapkan pada tahun 1993, cabang yang sebelumnya hanya 1 tumbuh menjadi 61. Dalam kurun yang sama, waralaba lain, mungkin, bisa berkembang hingga ratusan cabang. Dalam setahun penambahan cabang baru Tumble tots dan Leaps and Bounds melalui system waralaba hanya 6-7. Hal ini dimaksudkan agar kami bisa mengontrol dengan baik semua cabang waralaba.

Untuk menyeragamkan kurikulum, Tumble Tots dan Leaps and Bounds Indoneaia memiliki Training Departement yang bertugas mengatur agar metode, modul dan kurikulum diterapkan sesuai standar yang berlaku sama di seluruh cabang di seluruh Indonesia. Sementara untuk penetapan biaya sekolah, kami memberi rentang biaya yang bisa diterapkan para frinchisee di setiap cabangnya. Perbedaan tarif biasanya disebabkan lokasi, daya beli,dan fasilitas yang ditawarkan masing-masing cabang.

Kendati para frinchisee kami memiliki ruang gerak yang lebih luas dibanding waralaba lain, ada beberapa hal yang merupakan peraturan standar. Diantaranya, system kepegawaian, gaji, dan jenjang kepengangkatan SDM di tiap cabang, yang harus sesuai dengan modul atau standar pusat. Dengan begitu, waralaba kami bisa dilihat fully business format, yang tidak membiarkan investornya diam begitu saja.

Di samping itu, agar bisnis waralabanya tertata dengan baik, juga rutin dilakukan controller atau Manager Meeting di setiap bulannya. Terbukti, Tumble Tots telah terpilih sebagai waralaba terbaik. Kami menempati posisi pertama dan memperoleh penghargaan The Best Master Franchisee Award 2012 oleh majalah Info Franchise.

Dengan penghargaan itu, kami pun berharap Tumble Tots bisa menjadi lebih baik, dari segi bisnis ataupun perkembangan waralabanya.

Sumber dari Majalah FRANCHISE Mei 2013

Tags : , , , , , , ,