Kontak Kami :


PIN BBM : D0ADB773
0853 1700 6007 (Telkomsel)
0856 0800 2007 (Indosat)
0812 8538 5007 (WA)
Email : [email protected]

Suksesnya Menu Baru Kuch2hotahu

Ada yang baru nih dari Kuch2hotahu ?? Apa Tuh ?? Kepoin Yuk ?? Dengan suksesnya produk Kuch2hotahu di kancah bisnis yang ada di Indoensia, Tim Kuch2hotahu mulai mengepakkan sayapnya dengan meluncurkan produk baru yang bernama Nasi Kuchel. Dilihat dari namanya saja sudah bikin penasaran apalagi dengan produknya sendiri ?? Oke tenang , dalam artikel ini kami akan mengintip tentang apa sih itu produk baru di Kuch2hotahu ? Yuk simak Tim Kuch2hotahu tidak lagi mengusung tema cemilan tahu tapi kali ini kuch2hotahu menciptakan produk pelengkap tahu yaitu Nasi yang bisa kita sebut dengan Nasi Kuchel. Nasi Kuchel sendiri memiliki konsep nasi goreng dengan beberapa varian rasa yang diproduksi langsung oelh tim Kuch2hotahu. Jika biasanya nasi goreng memiliki rasa yang begitu-begitu saja, kita tim kuch2hotahu memberikan inovasi terbaru dengan menciptakan varian rasa di nasi kuchel ini. Apa aja sih varian rasanya ?? Anda mau tahu ??? Sabar sabar , tungguin artikel selanjutnya nasi kuchel

Tags : > > > >

Bingung Antara Modal Sendiri atau dengan Sistem Franchise ???

Bisnis cemilan memang diakuin untuk para pebisnis sebagai bisnis yang masih terhits di 2016 ini. Masing-masing para pebisnis membuktikan keahlian masing-masing didalam membuat suatu produk unggulan. Untuk kalian yang ingin mencoba berbisnis, selain modal, apa sih yang kalian butuhkan sebelum memulai usaha ?? iya bener,, yang harus kalian lakukan adalah mencari supplier. Tapi jika kalian gak mau di ribetkan dnegan mencari supplier, masih ada pilihan lain yaitu dengan mengambil sistem franchise. Jadi kalian gak usah repot lagi untuk mencari supplier, kalian juga gak perlu menyediakan alat dan bahan pelengkap lainnya. Semua sudah disediakan oleh pihak penyedia layanan franchise mulai dari alat serta bahan pelengkap. Seperti halnya dengan waralaba Kuch2hotahu . Waralaba yang berbahan daasar tahu ini merupakan salah satu contoh Franchise yang bisa kalian coba . Selain menyediakan persediaan alat dan bahan pelengkap, Waralaba kuch2hotahu ini juga akan membantu mempromosikan waralaba kalian. Gak hanya itu aja kok , syarat-syarat yang diberlakukan di waralaba Kuch2hotahu sangat memberikan keuntungan bagi Kalian calon mitra. Untuk lebih jelsnya kalian bisa hubungi kantor kami disini. Dan Sekarang ,Tunggu apalagi ?? Jarang-jarang kan pihak waralaba memeperdulikan masa depan mitranya. Baca juga artikel lain : Peluang Usaha Tahu Hot Kuch2hotahu,

Tags : > > > > > >

KEUNGGULAN PRODUK TAHU BERAPI ” KUCH2HOTAHU”

kuch2hotahu Bisnis Cemilan akan semakin eksis di kancah pebisnis. Seperti halnya Kuch2hotahu. Cemilan yang berbahan dasar tahu ini sangat digandrungi oleh para pebisnis. Selain bahannya yang mudah didapat, Tahu ini sudah menjadi makanan khas untuk Indonesia dan sudah mendarah daging di lidah masyarakat Indoensia. Bisnis dengan konsep yang sama pun banyak kita temukan di kancah waralaba di Indoensia ini. Sehingga terkadang membuat para calon pebisnis menjadi banyak pertimbangan harus memilih bisnis yang mana? Nah sekarang , Tim Kami akan membahas tentang apa sih keunggulan bisnis Kuch2hotahu dibanding bisnis yang berkonsep sama ? Silahkan simak pembahasan berikut ini Beberapa keunggulan dari Kuch2hotahu ini adalah 1.Bumbu varian rasa yang lebih lengkap dari yang lain. Tim Kuch2hotahu selalu berinovasi varian rasa. Tim Kuch2hotahu selalu mencoba berinovasi rasa yang disukain di daereah-daerah yang ada di Indoensia. 2.Persyaratan lokasi calon mitra minimal berjarak 2 km. Kenapa sih harus ada syarat 2 km dari mitra lama ? tim kuch2hotahu menciptakan persyaratan ini untuk membantu para mitra untuk tidak saling berdekatan dalam menjajalkan Kuch2hotahu. Keuntungannya dari jarak 2 km juga seutuhnya hanya demi kesuksesan mitra dalam berjualan. Bayangkan jika kalian yang menjadi mitra lama, jika ada yang mau membuka outlet yang sama jarak dari outlet hanya 1 km , apa anda mengijinkan ??? So Pasti Enggak, Meskipun rejeki itu sudah dibagi tapi tidak juga harus ikhtiar nah dengan berjarak 2 km itu salah satu ikhtiar untuk menguntungkan para mitra nya sendiri. 3.Penjelasan Marketing berdasarkan Data. Kuch2hotahu selalu menjaga kejujuran di antara tim dengan mitra ataupun calon mitra. Nah diantaranya dengan penjelasan berdasarkan data yang telah ada. Nah itu diantara beberapa keunggulan umum yang dimiliki olEh kuch2hotahu. Sebenarnya Masih ada keunggulan yang sangat khusus , apa sih itu ? Mau Tau rahasia keunggulan Kuch2hotahu dibanding yang lain secara khususnya ?? Silahkan Hubungin kantor kami disini. Kalian akan dijelaskan oleh tim kuch2hotahu dengan bukti-bukti yang real dan bukan abal-abal. Dan ingat bagi para pebisnis jangan hanya terkecoh dengan investasi yang murah., Jadilah seorang pebisnis yang pintar !!!

Tags : > > > >

Pentingnya Punya Lebih dari Satu Sumber Penghasilan Buatmu

Punya pekerjaan atau gak punya sama sekali, merupakan problema klasik bagi angkatan kerja di Indonesia. Jangankan untuk punya 2 atau lebih pekerjaan, mendapatkan satu pekerjaan aja terasa sulit. Dalam catatan BPS mencatat bahwa mayoritas angaktan kerja di Indoensia adalah pengangguran. Pengangguran ini berkisar di antara umur 19-24 tahun. Sangat disayangkan sekali di usia yang produktif tapi tidak diimbangi dengan kegiatan yang produktif pula. Gimana dengan orang yag cukup beruntung memenangi kompetisi untuk meraih pekerjaan ? Apa kalian pantas berpangku tangan karna merasa sudah memiliki penghasilan sendiri ? Kebanyakan pekerja di usia 20 an masih berfikir kalau dirinya masih sehat , masih mempunyai jalan yang panjang, masih menuruti nafsu muda pengen ini pengen itu semua berasa harus diturutin dan menabung bisa di tunda dan kalau ada hal-hal tak diduga baru kebingungan sendiri. Keputusan akhir berhutang. Nah kerja bukannya dapet untung malah mentung. Dari masalah hutang berhutang di jamin hidupmu akan selalu dikelilingin dengan yang namanya hutang. Jika memang kalian masih berfikiran seperti itu, maka kamu terlalu naif. Kalian mengabaikan apa yang sebenarnya bisa kalian kontrol seperti kualitas kerja, produktifitas kerja. Dan Kalian juga meremehkan apa yang sebenarnya gak bisa kalian kontrol seperti waktu, kesehatan dan umur. Meski kamu sudah puas dengan pekerjaan dan penghasilan kamu sekarang , gak ada salahnya juga kalau kalian menjalankan bisnis sampingan. Mumpung kalian masih sehat , Mumpung kinerja kalian masih kuat kenapa sih gak dimanfaatin untuk dana cadangan masa depan. Hal ini bukan menghabiskan waktu kita hanya untuk bekerja. Tetapi lebih menyiapkan hidup kita di masa depan karna semua gak tau takdir dalam diri kita masing-masing. Selagi dikasih kesempatan Sehat dan produktif kenapa gak dimanfaatkan ? Pengahsilan sampingan itu gak perlu kita susah payah harus bekerja di dua tempat dalam sehari. Banyak para waralaba di Indonesia yang emnawarkan beberapa produk yang dapat memberikan penghsilan sampingan bagi kalian. Contohnya Waralaba Kuch2hotahu , salah satu waralaba cemilan ini memberikan prospek yang sangat bagus. Di samping bahan dasar tahu yang sudah digemari di semua kalangan dan ke khasan dari kuch2hotahu dengan bumbu-bumbu pedasnya, apalagi mayoritas masyarakat Indonesia senang dengan makanan bercitarasa pedas. Dan bisa dibuktikan sudah banyak gerai kuch2hotahu di berbagai kota. Untuk kalian yang pengen banget punya usaha sampingan tapi gak punya waktu untuk bekerja? jangan khawatir , kalian kan bisa memperkejakan orang lain. Jadi secara gak langsung hidup kalian semakin bermanfaat untuk orang lain.

Tags : > > > > > > >

Franchise & Kriteria Memilih Franchise

Franchise & Kriteria Memilih Franchise

 

lokasi Universitas Muhammadyah Sumatera Utara (UMSU)Selama terjun kedalam bidang pendidikan anak yang sekaligus merupakan bisnis franchise selama hampir 20 tahun ini, saya melihat bisnis franchise juga memiliki tantangan psikologis baik franchisor maupun calon terwaralaba atau fanchisee. Pasalnya sudah menjadi wacana umum, hampir semua orang membeli franchise dengan motivasi meraih keuntungan yang jelas dengan jaminan reputasi sebuah merek bisnis dan kalau bisa, sekaligus menggali passionate terdalam dalam diri mereka. Kecenderungan yang sempat saya tangkap dalam pengamatan saya ketika pertama kali memberi waralaba ada franchisor yang mengiming-imingi keuntungan yang besar bagi para franchisee. Alhasil, secara psikologis, franchise sudah merasa aman berinvestasi di bisnis waralaba dan hal ini merupakan pola pikir yang keliru dalam menggeluti bisnis franchise.

Anggapan klasik yang mengatakan bahwa tingkat keberhasilan usaha waralaba mencapai 95% sebenarnya sudah tidak relevan lagi. Informasi mutakhir mengungkapkan, 95% bisnis waralaba atau franchise yang berganti pemilik berkali-kali, dan seandainya pemilik sebelumnya merugi atau bangkrut sekalipun kegagalanya tidak terekam. Sebuah penelitian dilakukan Arthur Andersen dan dipublikasikan pada tahun 1993, hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat keberhasilan usaha franchise di tahun pertama hanya mencapai angka 76,5%. Association’s forum on franchising menyebutkan sekitar sepertiga dari usaha waralaba memang berhasil dengan baik, namun sepertiga lainnya mengalami masalah serius dalam hal keuangan alias tidak berhasil dan sepertiga lainnya beroperasi dengan kinerja pas-pasan, ini berarti tingkat keberhasilannya hanya mencapai 67%.

Meskipun demikian, usaha waralaba masih tetap menjanjikan. Berapapun angka tingkat keberhasilan dalam suatu penelitian terhadap usaha waralaba. Tapi sesungguhnya angka itu merupakan angka rata-rata. Jadi, mungkin saja ada usaha waralaba yang tingkat keberhasilannya mencapai lebih dari 95% dan juga ini berarti ada juga yang tingkat keberhasilannya kurang dari 50%. Dari fakta di atas bisa di petik kesimpulan, untuk lebih hati-hati bagi investor yang ingin membeli bisnis waralaba. Begitu pula bagi franchisor yang ingin memperluas jaringan waralabanya.  

Jika dirinci factor yang membuat keberhasilan usaha waralaba bisa sangat banyak sekali. Misalnya, dari segi model bisnis pihak pewaralaba, FT Consulting Singapura menetapkan empat kriteria yang membuat bisnis waralaba bisa berhasil. Pertama, repicable atau dapat dipublikasikan dengan baik, bergantung pada system, bukan pada ketrampilan individual.

Kedua, controllable, yaitu kualitasnya dapat dikendalikan atau dijaga. Ketiga, sustainable atau mampu bertahan ditengah perubahan atau perkembangan persaingan di lapangan. Bukan suatu tren sesaat. Keempat, marketable atau produknya dapat dipasarkan alias ada sejumlah pelanggan potensial, serta memiliki merek yang kuat. Kelima, profitable, yang berarti memiliki tingkat keuntungan yang dapat dibagi kepada pihak-pihak yang terlibat, yaitu franchisor dan franchisee.

Jangan sampai yang menikmati profit hanya franchisor, atau hanya franchisee-nya saja. Keberhasilan juga, sangat bergantung kepada organisasi franchisor. Di sini dibutuhkan tim manajemen yang kompeten, system yang professional,infrastruktur yang dapat diandalkan, serta paradigma yang benar tentang franchise.

Selanjutnya, yang harus diperhatikan franchisor agar usahanya diterima oleh investor (franchise) adalah, bagi investor sebetulnya harus layak dari kacamata investasi. Artinya memiliki peluang memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan ditaruh di deposito, karena produk investasi ini tidak ada resikonya. Atau untuk yang sama-sama beresiko, minimal tingkat pengambilan modalnya harus setara dengan rata-rata tingkat pengembalian reksadana misalnya.

Di franchise, keberhasilan juga sangat ditentukan oleh dukungan franchisor dalam pengelolaan merek (brand management). Hal ini terkait erat dengan kegiatan public relations dan advertising untuk mendukung upaya pemasaran produknya. Bukan sekedar kegiatan periklanan dn public relations untuk memasarkan waralabanya atau menjaring franchise semata.

Tapi yang harus selalu diingat, namanya franchise tidak menjamin kesuksesan. Franchise ada juga yang gagal. 50% kegagalan suatu bisnis waralaba dikarenakan factor perawalabanya, 25% lainnya karena factor pasar dan kompetisi, dan 25% lagi karena factor terwaralaba.

Contoh factor kegagalan dari pewaralaba misalnya, pewaralaba over promise dan under deliver. Artinya menjanjikan hal yang muluk-muluk tapi dalam prakteknya dukungannya amat kurang. Contoh lainnya adalah kurang menyeleksi kandidat terwaralabanya, tidak kompeten dalam melakukan survey lokasi, kurang focus pada bisnis yang diwaralabakan alias punya banyak bisnis lain, kurang terbuka terhadap gagasan atau ide-ide dari terwaralaba, tidak melakukan perbaikan dan inovasi, srategi pemasarannya lemah, dan pertumbuhan yang terlalu cepat yang melampaui kemampuan pewaralaba dalam menjaga standar kualitasnya.

Kemudian factor kegagalan dari pasar dan kompetisi misalnya, makin banyak pemain sehingga kue yang jumlahnya tetap sama diperebutkan oleh makin banyak pihak, perubahan tren, menurunnya daya beli masyarakat, naiknya harga bahan baku yang diikuti dengan sulitnya mendongkrak harga jual sehingga margin keuntungan makin tipis, dan sebagainya.

Selanjutnya factor kegagalan dari terwaralaba misalnya sulit untuk tunduk pada system yang sudah dibuat oleh waralaba, superkreatif alias terlalu banyak ide, tidak bisa mengelola pegawai dan menjaga kualitas layanan sesuai standar yang ditetapkan perawalaba.

Menyeleksi Calon Franchisee Kriteria apa yang digunakan franchisor untuk menyeleksi franchise ?

Kriteria apa yang digunakan oleh franchisor untuk menyeleksi franchisee secara timbal balik bisa digunakan oleh franchisee untuk menilai siapa sebenarnya franchisor tersebut. Ada franchisor yang mensyaratkan adanya persamaan visi dan misi antara kedua belah pihak. Meski kelihatan sepele dan abstrak namun persoalan ini tidak bisa disepelekan. Sudah banyak bukti tentang franchise yang kandas ditengah jalan dan berantakan

“Komitmen benar-benar menjadi prioritas pertama bagi franchisor dalam memilih franchise. Diluar itu, calon investor juga harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengelola bisnis yang akan digelutinya.”

gara-gara perbedaan visi dan misi antara franchisor dan frinchisee padahal secara bisnis usaha tersebut sangatlah prospektif. Yang perlu diwaspadai lagi adalah franchisor yang tidak memilki kriteria terhadap calon franchisee. Biasanya tipe franchisor ini hanya menghendaki franchise fee dari franchiseenya.

Jika anda telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada franchisor dan memberikan penilaian yang tepat atas jawaban-jawaban dari franchisor maka besar kemungkinan Anda bisa mendapatkan franchise yang terbaik menurut Anda dan sekaligus terhindar dari “jebakan-jebakan” yang dipasang oleh franchisor yang tidak bertanggung jawab.

Untuk mendapatkan franchisee yang berkualitas dalam menjalin hubungan kerja sama waralaba dalam jangka panjang, sudah menjadi keharusan bagi Anda selaku franchisor untuk menerapkan seleksi yang ketat terhadap para calon franchise Anda. Ada beberapa hal pokok yang sebaiknya Anda perhatikan dalam menyeleksi franchisee Anda yaitu:

1.      Integritas calon franchise

2.      Komitmen dan konsistensi yang sama dari calon franchise

3.      Track record usaha calon franchise

4.      Visi dan misi yang sama dari calon franchise

5.      Rencana bisnis calon franchise yang mencakuap antara lain:

a.       Kemampuan financial calon franchisee

b.      Lokasi yang ditawarkan oleh calon franchisee.

 

 Tahap-tahap umum yang biasanya dilakukan oleh para franchisor dalam menyeleksi para calon franchisee adalah:

1.      Pengajuan permohonan untuk menjadi franchisee

2.      Pemenuhan syarat-syarat yang diajukan oleh franchisor

3.      Seleksi persyaratan awal

4.      Interview/tatap muka dengan franchisor

5.      Penandatanganan perjanjian waralaba

6.      Orentasi dan Pelatihan

Dalam usaha franchise kami, Tumble Tots dan Leaps and Bounds Indonesia, intregitas dan komitmen karyawan, komitmen franchisee juga menjadi prioritas utama, Untuk mengetahui kekuatan komitmen mereka, dilakukan due diligent saat menyeleksi calon franchisee. Bila ingin menjadi franchisee kami calon franchise harus bisa menyediakan tempat berupa ruko atau rumah di sebuah lokasi yang strategis dan mempunyai lahan parkir yang bisa menampung sekitar 10 mobil. Rata-rata di daerah perumahan mudah dijangkau oleh para orang tua.

Tempat yang disediakan para calon franchisee pun harus melalui studi kelayakan dari pihak kami. Minimal, lokasi dan luas tokonya harus sesuai dengan jenis pendidikan yang ingin dijalankan. Saat ini, di tiap cabang kami rata-rata mempunyai anggota sekitar 200-500 murid. Untuk itu, luas ruko yang cocok agar bisa membuka satu sekolah Tumble Tots atau Leaps and Bounds kira-kira 2 bangunan ruko.

Komitmen benar-benar menjadi prioritas pertama bagi lembaga pendidikan kami dalam memilih franchise. Di luar itu, calon investor juga harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengelola bisnis. Di Tumble Tots dan Leaps and Bound, franchise sekaligus bertindak sebagai Direktur Pengelola.

Oleh karena itu Frachisor sangatlah penting untuk mengenal lebih jauh calon Frinchisee-nya. Jadi, selain harus mengisi formulir aplikasi, calon franchisee juga diwawancarai secara khusus. Kami akan menanyakan banyak hal, terutama tentang alasan mereka mengambil waralaba atau belum dan jenis usaha apa yang selama ini dijalankan.

Terkadang, kendati sudah menjalankan proses seleksi lumayan ketat, dalam perjalanannya terkadang kami masih menemukan franchisee yang nakal. Mereka mengaku kesulitan membayar fee royalty, sehingga pembayaran jadi tidak tepat waktu. Saat menemukan masalah seperti ini, kami akan mencoba mengkomunikasikannya dengan mengajak bicara baik-baik tidak dengan secara seperti waralaba yang lain yang terkadang langsung cut loss jika telat dibayar, kami mencoba mencari tahu ke mereka dulu, apa yang menyebabkan mereka terlambat membayar dan apa kendalanya. Biasanya, kami memberi waktu tiga bulan untuk menyelesaikannya sambil mencari jalan keluar terbaik dalam menaikkan jumlah atau omset cabang tersebut.

Karena itu, untuk mengurangi terjadinya masalah tersebut di kemudian hari, seharusnya para Franchisor dapat memberi berbagai bimbingan ke para Frinchisee-nya. Dalam berpromosi, misalnya, pihak franchisee dapat bertukar pikiran dengan Frinchisor.

Mungkin dibandingkan waralaba lain, kami termasuk yang kurang agresif. Sejak system ini diterapkan pada tahun 1993, cabang yang sebelumnya hanya 1 tumbuh menjadi 61. Dalam kurun yang sama, waralaba lain, mungkin, bisa berkembang hingga ratusan cabang. Dalam setahun penambahan cabang baru Tumble tots dan Leaps and Bounds melalui system waralaba hanya 6-7. Hal ini dimaksudkan agar kami bisa mengontrol dengan baik semua cabang waralaba.

Untuk menyeragamkan kurikulum, Tumble Tots dan Leaps and Bounds Indoneaia memiliki Training Departement yang bertugas mengatur agar metode, modul dan kurikulum diterapkan sesuai standar yang berlaku sama di seluruh cabang di seluruh Indonesia. Sementara untuk penetapan biaya sekolah, kami memberi rentang biaya yang bisa diterapkan para frinchisee di setiap cabangnya. Perbedaan tarif biasanya disebabkan lokasi, daya beli,dan fasilitas yang ditawarkan masing-masing cabang.

Kendati para frinchisee kami memiliki ruang gerak yang lebih luas dibanding waralaba lain, ada beberapa hal yang merupakan peraturan standar. Diantaranya, system kepegawaian, gaji, dan jenjang kepengangkatan SDM di tiap cabang, yang harus sesuai dengan modul atau standar pusat. Dengan begitu, waralaba kami bisa dilihat fully business format, yang tidak membiarkan investornya diam begitu saja.

Di samping itu, agar bisnis waralabanya tertata dengan baik, juga rutin dilakukan controller atau Manager Meeting di setiap bulannya. Terbukti, Tumble Tots telah terpilih sebagai waralaba terbaik. Kami menempati posisi pertama dan memperoleh penghargaan The Best Master Franchisee Award 2012 oleh majalah Info Franchise.

Dengan penghargaan itu, kami pun berharap Tumble Tots bisa menjadi lebih baik, dari segi bisnis ataupun perkembangan waralabanya.

Sumber dari Majalah FRANCHISE Mei 2013

Tags : > > > > > > >