Kontak Kami :


PIN BBM : D0ADB773
0853 1700 6007 (Telkomsel)
0856 0800 2007 (Indosat)
0812 8538 5007 (WA)
Email : kuch2hotahu@gmail.com

Usaha Waralaba Yang Menguntungkan

Berbeda dengan usaha mandiri, usaha waralaba jauh lebih mudah untuk dijalankan dan modalnyapun relatif lebih kecil. Alasan- alasan inilah yang melatarbelakangi trend usaha waralaba di kalangan masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha kecil menengah. Salah satunya yakni Khusairi, seorang pengusaha sukses yang mengawali karirnya dari usaha waralaba yang menguntungkan dan kini telah sukses dan memiliki banyak outlet. Jika dulu ia selalu kesulitan mencari lapangan pekerjaan, kini justru ia telah menyediakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Sebagai seorang pengusaha yang berangkat dari nol, baik dari segi modal maupun pendidikan dan pengalaman, tentu ini merupakan prestasi besar dan membanggakan. Peluang Usaha Waralaba Yang Menguntungkan Berawal dari tekadnya untuk membuka usaha, Khusairi mempercayakan sebuah waralaba makanan ringan sebagai mitra bisnisnya. Memang tak dapat dipungkiri bahwa dalam sebuah bisnis waralaba, kualitas dari produk sebuah waralaba sangat menentukan keberhasilan. “Waktu itu saya tidak memiliki cukup modal untuk mencoba waralaba yang aneh- aneh, sehingga waralaba makanan ringan menjadi pilihan. Dengan menu andalan tahu pedas  beraneka rasa, alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat baik. Outlet saya tidak pernah sepi pengunjung, bahkan tak jarang hingga sesak dipadati oleh para pembeli yang mengantri”. Ungkap Khusairi menceritakan usahanya. Usaha waralaba yang menguntungkan tersebut telah berhasil membawa dari kehidupan yang serba terbatas, bahkan cenderung tidak berkecukupan. Saat ini ia dapat menyekolahkan anaknya serta mencukupi semua kebutuhan rumah tangga. Bahkan karena perkembangan bisnisnya yang cukup pesat, iapun memutuskan untuk memperluas jaringan dengan membuka satu outlet lagi di dekat kawasan perbelanjaan di kotanya. Dengan modal dua outlet waralaba makanan, ia dapat mencukupi semua kebutuhan. Bahkan motor yang dahulunya dianggap sebagai barang mewah kini ia sudah dapat memilikinya, tak tanggung- tanggung iapun membeli dua motor sekaligus untuk kebutuhannya dan satu lagi untuk anaknya yang kini telah memasuki bangku Sekolah Menengah Atas. “Memang kalau rejeki ya nggak kemana. Siapa yang menyangka dahulu saya hanya seorang tukang becak kini dapat hidup berkecukupan”. Tutup Khusairi.