Kontak Kami :


PIN BBM : D0ADB773
0853 1700 6007 (Telkomsel)
0856 0800 2007 (Indosat)
0812 8538 5007 (WA)
Email : kuch2hotahu@gmail.com

Waralaba Makanan Pedas Kuch2hotahu menghadapi MEA

Sejak diresmikannya MEA di Indonesia , siap tidak siap maka masyarakat Indonesia wajib menerima tantangan dengan bebasnya perdagangan franchise luar negeri yang masuk ke Indonesia. Khususnya di daerah Sumatera Utara menurut Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Bapak Parlinsyah Harahap menegaskan bahwa pemerintah provinsi Sumut mendukung pengusaha untuk mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Di era MEA & Perdagangan bebas yg akan terjadi,kita harus mampu bersaing dengan SDM yg berasal dari luar negeri. Kita juga harus mampu berani bersaing secara global di negeri sendiri. Menjadi buruh ataupun karyawan bukanlah satu-satunya pilihan untuk dapat bersaing dengan MEA, karena bila kita ingin bersaing dengan MEA , kita harus berubah dalam pola fikir, juga kemampuan. Tunjukan kalau kita tidak akan kalah di negeri sendiri, jadilah bos di negeri kita sendiri. Jangan bergantung dengan orang lain dengan menjadi seorang buruh / karyawan. Saatnya kita menjadi pengusaha yang akan menjadi bos untuk diri sendiri & membangun perekonomian di negeri sendiri. Dengan begitu kita tidak perlu takut & tidak akan kalah dengan MEA. Di Indonesia juga sudah dipermudah untuk menjadi seorang pekerja mandiri dengan banyaknya penawaran tentang Waralaba. Di antaranya yang selalu ngehits untuk diperbincangkan adalah Waralaba Cemilan. Salah satunya adalah Waralaba Kuch2hotahu. Siapa sih yang gak kenal dengan tahu. Pasti seluruh Indonesia faham dan pernah merasakan yang namanya tahu. Waralaba Kuch2hotahu ini bukan hanya tahu goreng biasa , tetapi tahu yang dibalut tepung dan di modifikasi dengan beberapa varian rasa yang berasal dari modifikasi luar negeri diantaranya Rasa Pizza, Barberque. Itulah salah satu cara Waralaba Kuch2hotahu bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean. Menciptakan sebuah cemilan yang diminati oleh lidah di dalam maupun luar negeri. Selain itu juga secara tidak langsung Kuch2hotahu memperkenalkan jika makanan tradisional Tahu itu milik Indonesia. Dan membuktikan bahwa makanan tradisional juga bisa menjadi berkelas jika dimodifikasi dengan varian rasa yang notabennya diperkenalkan oleh luar negeri seperti Pizza dan Barberque. IMG_20160105_085455 Seperti halnya Pak Dede Abdus Salam yang berasal dari Mandailing Natal Sumatera Utara. Beliau membuktikan bahwa beliau sukses bersaing dengan berwaralaba Kuch2hotahu, meskipun banyaknya persaingan waralaba. Nah, gimana dengan kalian ?? masih ingin bergantung dengan perusahaan ??? Katakan “ NO” dan bergabung dengan kami Waralaba Kuch2hotahu. Apa ?? Kurang yakin dengan waralaba kami ?? Cek aja di www.waralabatahu.com Jangan sampai salah dengan produk jiplakan lainnya. Jadilah Pengusaha Waralaba yang Pintar !!!


[sg_popup id=1]